Santri AngonPrabu Danling
Tn. H. Gugun Gunara, CMC, MBA, CFA, PMP, Six Sigma Black Belt
(Muhammad Lutfi Azmi)
Tech Futurist • Master Sage Polymath • Senior Konsultan Bisnis & IT
Membangkitkan kesadaran diri, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
“Prak burukeun — segerakan kesadaran. Ulah edan, kudu eling — jangan gila, tetap waspada.”
Satu Jiwa, Empat Dimensi
Tn. H. Gugun Gunara, CMC, MBA, CFA, PMP, Six Sigma Black Belt — Tech Futurist, Master Sage Polymath, Senior Konsultan Bisnis & IT.
Gugun Gunara
Nama Duniawi • Negara & Sistem
Arsitek kenegaraan, konsultan korporasi, dan perancang governance. CMC, MBA, CFA, PMP, Six Sigma Black Belt. Beroperasi di ranah hukum, bisnis, legal, dan sistem kelembagaan.
Muhammad Lutfi Azmi
Nama Ilahi • Ruhani & Akademik
Profesor peradaban digital, penulis jurnal internasional, filsuf dan ulama futuristik. Menghadap ilahi dengan riset ilmiah, metodologi PhD, dan kebenaran abadi.
Prabu Danling
Nama Eksekusi • Strategi & Kepemimpinan
Penulis 500 buku, orator kepemimpinan, eksekutor visi bangsa. Prak burukeun — segerakan kesadaran. Ulah edan, kudu eling — jangan gila, tetap waspada.
Santri Angon
Nama Refleksi • Spiritual & Inspiratif
Penyair jiwa, mentor mereka yang terluka, penjaga nilai Ilahi dalam sistem. Santri: pelajar sejati. Angon: menggembala hawa nafsu — menjaga kesadaran tetap terjaga.
Tujuh Disiplin Polymath
Keahlian lintas bidang yang menyatu dalam satu kesadaran
Misi Peradaban
Warisan yang ditinggalkan untuk generasi mendatang
“Aku menggembala hawa nafsu, bukan ditundukkan olehnya.”
— Catatan Kegelapan
“Setiap mimpi adalah surat dari alam bawah sadar yang belum terbaca.”
— Dream Log I
“Menulis adalah cara jiwa berbicara ketika mulut terlalu lelah untuk berkata.”
— Refleksi
اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Sesungguhnya kita miliki Allah, dan kepada-Nya kita kembali
“Aku menggembala hawa nafsu, bukan ditundukkan olehnya.”
— Santri Angon, Catatan Kegelapan
Karya Tulis
Puisi, esai, dan cerita yang lahir dari kesunyian dan percakapan dengan jiwa. Setiap kata adalah jejak perjalanan.
Dialog dengan Kegelapan
Di malam yang tak berbintang, aku berbicara dengan bayanganku sendiri...
Menggembala Hawa Nafsu: Sebuah Refleksi
Apa artinya menjadi penggembala atas diri sendiri? Bukan menguasai, bukan pula menindas...
Surat untuk Tuhan yang Mendengar
Ya Tuhan, aku menulis ini bukan karena Engkau butuh surat dariku...
Pertemuan di Perempatan Waktu
Ia berdiri di perempatan itu setiap malam, menunggu sesuatu yang ia sendiri tak yakin apa...
Jejak yang Telah Dilewati
Perjalanan 15 tahun menggembala kata-kata
Dream Log
Catatan mimpi sebagai karya sastra. Setiap malam adalah surat dari alam bawah sadar.
Pertemuan dengan Bayangan
Malam ini aku bermimpi bertemu dengan bayanganku sendiri. Ia berdiri di tepi sungai yang airnya hitam seperti tinta. 'Aku adalah kamu yang kauabaikan,' katanya. 'Aku adalah rindu yang kaukubur.' Aku terbangun dengan wajah basah — bukan air mata, tapi embun yang turun dari langit-langit kamar.
Kota Tanpa Warna
Aku berjalan di kota yang semua warnanya telah diambil. Bangunan, mobil, pohon, bahkan langit — semuanya abu-abu. Satu-satunya warna adalah kunang-kunang yang melayang di udara, membentuk kalimat: 'Carilah yang hilang.' Aku terbangun dengan pertanyaan: apa yang telah aku hilangkan?
Surat dari Masa Depan
Dalam mimpi, aku menerima surat yang ditulis dengan tanganku sendiri, tapi tulisannya lebih tua, lebih goyah. Isinya: 'Jangan takut. Semua yang kaukhawatirkan tidak akan terjadi. Dan yang terjadi, tidak seburuk yang kaukira.' Surat itu berbau kertas tua dan hujan.
Arsip & Koleksi
Jelajahi seluruh karya berdasarkan tema. Setiap tulisan adalah jejak perjalanan jiwa.
Dialog dengan Kegelapan
Di malam yang tak berbintang, aku berbicara dengan bayanganku sendiri...
Menggembala Hawa Nafsu
Apa artinya menjadi penggembala atas diri sendiri?
Pertemuan dengan Bayangan
Malam ini aku bermimpi bertemu dengan bayanganku sendiri...
Surat untuk Tuhan yang Mendengar
Ya Tuhan, aku menulis ini bukan karena Engkau butuh surat dariku...
Pertemuan di Perempatan Waktu
Ia berdiri di perempatan itu setiap malam, menunggu sesuatu...
Kota Tanpa Warna
Aku berjalan di kota yang semua warnanya telah diambil...
Eling: Seni Terjaga dalam Tidur
Eling bukan sekadar ingat. Eling adalah kesadaran yang menyala...
Doa untuk yang Terlelap
Semoga mereka yang terlelap menemukan jalan pulang...
Surat dari Masa Depan
Dalam mimpi, aku menerima surat yang ditulis dengan tanganku sendiri...
Nafsu: Musuh atau Teman?
Selama ini kita diajari untuk memerangi nafsu...
Lautan dalam Secangkir
Ada lautan dalam setiap secangkir kopi pagi...
Penjaga Pintu
Di depan pintu besar itu, seorang tua duduk setia menunggu...
Terima Kabar dari Alam Mimpi
Berlangganan untuk menerima karya terbaru, catatan mimpi, dan refleksi mingguan langsung ke emailmu. Tanpa spam, hanya kata-kata yang bermakna.
Privasimu dihormati. Email tidak akan dibagikan ke pihak lain.
Hubungi
Punya pertanyaan, ingin berkolaborasi, atau sekadar ingin menyapa? Silakan tuliskan pesan Anda.
santri.angon@email.com
Lokasi
Indonesia
“Setiap pesan adalah jembatan antara dua jiwa yang belum bertemu.”
Ikuti perjalanan: